Archive | April, 2012

Sekilas Pertemanan

5 Apr

Setahun berlalu setelah kematian Deni, wajahnya masih selalu ada di benak ku dengan jelas, bahkan entah kenapa aku sering mengalami kejadian aneh setelah kematian Deni.

Namaku Desi aku adalah seorang mahasiswi disebuah universitas, pagi itu cuaca memang sangat cerah ku sempatkan olahraga sejenak di depan rumah sambil menghirup udara pagi yang sangat segar. Dan tiba-tiba aku mendengar suaran motor mengarah ke arah rumahku. Dan ternyata teman ku Deni yang selalu menjemputku untuk berangkat kuliah.

“Kok tumben cepet Den?”  Tanya aku

“Ia nih barusan aku anterin si Inggit dulu ke sekolahnya, jadi sekalian aja deh, meski sedikit kepagian enggak apa-apa kan? jawab Deni

“Yaudah gapapa” jawab aku

Deni memang temanku sejak kecil meski ketika smp dan sma kami tidak satu sekolahan, dan ketika memasuki bangku kuliah, kami pun akhirnya bisa bersua kembali.

Siang itu kami makan di sebuah restoran, dan sore harinya dia mengantarkanku  ke tempat latihan teater. Setelah itu kami berpisah untuk urusan masing-masing. Ketika waktu menunjukkan pukul 8 malam , akhirnya aku pulang sendiri dengan keadaan yang lumayan capek dan aku meneguk sebuah minuman bersoda dan duduk nyaman disebuah bangku didalam bus. Perjalanan menuju rumah memang sedikit agak jauh. Ponselku tiba-tiba berbunyi dan aku langsung melihat ada sebuah pesan masuk dari Inggit adiknya Deni.

“Kak Desi, kak Deni udah meninggal, aku sangat sedih tadi dia sempat dilarikan ke rumah sakit tapi tuhan sudah berkata lain dan kak Deni sudah meninggalkan kita semua kak :((”

Aku sangat kaget dan masih enggak percaya, tapi aku berusaha mengikhlaskan kepergian dia, terlebih ada hal lain juga yang tak kalah mengagetkan, entah kenapa bisa terjadi tapi ada satu kertas yang yang terlipat disaku jaketku. Dan isinya ternyata dari Deni dia mengungkapkan semuanya didalam kertas itu, termasuk ternyata dia juga sangat menyangi diriku dari dulu.

Ketika sedang membaca sebuah buku di tempat duduk taman depan rumah, pada malam itu sekitar pukul 7 malam. Dan aku sedang fokus membaca, tetapi ada hal yang membuyarkan fokus ku ini, entah kenapa fikiranku menyuruhku menengok ke arah depan, dan aku tidak bisa menolak isi fikiranku ini, perlahan pandangan dari buku aku alihkan ke arah bagian depanku, dan ternyata di depanku sudah berdiri seorang Deni yang sudah meninggal seorang teman dekatku, dan dia tersenyum ke arah ku, hanya beberapa detik saja Deni pun menghilang dari pandangan. Rasanya sangat sedih bahkan Deni sering muncul di mimpiku dan dia memegang tanganku dan dia tersenyum dan berkata “Menikahlah denganku”

Setelah mengalami beberapa kejadian aneh itu aku selalu mendekatkan diri kepada sang pencipta, setiap habis sholat aku selalu mendoakan dia agar di alam sana dia bisa diberikan kelapangan. Dan semoga  aku tidak terlalu terbayang wajahnya setiap saat, paling tidak dia ada disini didalam hatiku.

Advertisements

Tunggu

4 Apr

Zi adalah salah satu siswa biasa-biasa saja dikelasnya. Bahkan cenderung bisa di bilang sedikit telmi (telat mikir) Zi tipe orang yang mudah bergaul dengan teman laki-laki, tetapi tidak dengan wanita. Zi selalu malu ketika teman-temannya menyinggung tentang seorang wanita,wajahnya yang datar itu seperti kebingungan ketika disinggung soal wanita.

Ketika hendak pulang sekolah dia langsung menuju kamar dan membaringkan tubuhnya yang sudah kelelahan menerima pelajaran seharian, sejam berlalu.

 “Zi bangun, ibu mau kerumah temen dulu warnet sama warung jagain?”  ibunya berteriak dibalik pintu kamar Zi

Galau Enggak Indah

4 Apr

Gambar dari Mice cartoon

Setelah lulus disebuah sekolah SMK, gue sangat bahagia dan gue rasa gue akan mengalami hal baik ke depannya, ternyata gue salah. Begitu banyak kejadian  yang sangat mengecewakan dan membuat gue menjadi pemurung, bengong dan aneh. Setiap apa yang gue lakukan selalu berakhir dengan sebuah kejadian yang kurang baik, terutama ketika gue pertama kali pacaran dan pertama kali gue juga diputuskan. Continue reading

Ketika

4 Apr

Gambar dari sini

Ketika saya melamun.

Ketika saya berdiri.

Ketika saya terpaku.

Ketika saya fokus.

Ketika saya ketawa.

Continue reading