Tunggu

4 Apr

Zi adalah salah satu siswa biasa-biasa saja dikelasnya. Bahkan cenderung bisa di bilang sedikit telmi (telat mikir) Zi tipe orang yang mudah bergaul dengan teman laki-laki, tetapi tidak dengan wanita. Zi selalu malu ketika teman-temannya menyinggung tentang seorang wanita,wajahnya yang datar itu seperti kebingungan ketika disinggung soal wanita.

Ketika hendak pulang sekolah dia langsung menuju kamar dan membaringkan tubuhnya yang sudah kelelahan menerima pelajaran seharian, sejam berlalu.

 “Zi bangun, ibu mau kerumah temen dulu warnet sama warung jagain?”  ibunya berteriak dibalik pintu kamar Zi

 “ Ia bu” sahut Zi

Keadaan mulai hening karena rumah Zi dalam keadaan kosong, ibunya pergi dan ayahnya belum datang pulang begitu pula dengan kakak Zi si Puput dan hanya menyisakan dirinya seorang. Zi mulai beranjak dari kamar tidurnya menuju warnet. Warnet dan warungnya berdekatan. Dia mulai duduk dan memulai aksinya di dunia maya, dari download,software,download anime, nge blog, sampai main game, dia lakukan sampai dia benar-benar merasa puas.

Ketika Zi hendak membuka akun facebooknya, Zi melihat banyak pemberitahuan dari teman-temannya, begitupun ada beberapa orang yang meminta dia menjadi teman di facebook. Satu persatu Zi meng konfirmasi ajakan pertemanan itu, dan sebelumnya Zi sudah melihat terlebih dahulu profil-profil mereka , dan mulailah percakapan didunia facebook.

 Setahun berlalu Zi pun kemudian lulus dari sekolahnya, akan tetapi dia tidak ingin kuliah lebih dulu, karena ada sesuatu yang ingin dia capai terlebih dahulu,yaitu magang ke jepang selama tiga tahun. Setelah 3bulan menganggur akhirnya Zi mendapatkan info dari sekolah yang membesarkan dia selama 3 tahun itu, dan kebetulan lowongannya untuk jurusan mesin.

 Keesokan harinya Zi mulai terbangun dari tidurnya dan bergegas mandi dengan penuh semangat. Dengan mengenakan kemeja putih dan celana bahan yang panjang.

 “Zi tumben makanmu banyak?” ibunya bertanya

 “Ia bu saya semangat karena hari ini te buat magang ke Jepang” Sahut zi sambil makan

 “Wah bagus tuh,jangan lupa baca bismillah terlebih dahulu sebelum berangkat “ ibunya jawab lagi

 Zi pun berangkat menuju bursa kerja di sekolahnya hanya dengan berisikan uang Rp.8000 dikantongnya . Zi sangat percaya diri dan bersemangat mengikuti tes itu, tes demi tes ia lalui. Dan akhirnya tesnya pun selesai pada hari itu juga, dan yang terpilih akan di sms untuk mengikuti tahap selanjutnya. Zi pun pulang dengan dengan rasa letih.

 Satu bulan berlalu Zi menunggu sms tak kunjung datang menghampiri dia. Zi mulai sedikit ragu, apakah dia keterima ataukah tidak. Tak lama kemudian ponsel yang berada disaku celana zi mulai berdering, dan dia mulai mengagkatnya.

 “Halo zi kamu lagi dimana?” si Ari temen sekolahnya Zi

 “Aku lagi dirumah nih,ada apa ri?” jawab zi

 “Aku udah nemuin grup/organisasi yang bergenre pecinta musik jepang nih, aku juga baru ikutan kumpul satuhari, minggu depan kamu ikutan ya, biar aku ada temen buat kumpul”

 “Wah asik tuh ada temen pecinta musik jepang juga,ok minggu depan aku ikut” sahut Zi

 Seminggu berlalu

Ari dan Zi pun berangkat bareng ketempat grup/organisasi itu, dan ketika memulai masuk grup Zi dipersilahkan memperkenalkan diri oleh ketua dari grup itu, dan disuruh berjabat tangan dengan semua anggota, ada seorang anggota grup itu yang bertanya.

 “Hmm zi hm kayak pernah lihat di fb, kamu zi permana bukan?”

 “Ia saya Zi permana, ko kamu tahu? Nama kamu siapa?” sahut Zi

“Nama aku Ain,di fb namaku Nur aini” jawab Ain

“ Oh ia aku baru ingat yang PPnya itu pake kerudung kan?”sahut zi kembali

“Yup betul banget”

Disitu awal kedekatan Zi dan Ain,meski hanya dalam konteks masih teman. Sebulan berlalu Zi sudah mulai terbiasa  dengan organisasi itu, setelah bergabung, Zi pun mulai kenal lebih dekat dengan Ain. Umur Ain lebih muda satu tahun dari Zi, dan dengan hormat ain pun memanggil Zi dengan sebutan kakak.

Suatu ketika Ain pun mengungkapkan rasa suka dan sayangnya terhadap Zi,begitu pula sebaliknya, tapi hanya sebatas kaka dan adik, sejauh ini mereka saling menyayangi meski bukan dalam status pacar. Karena kali itu zi kurang suka dengan yang namanya  status pacar.

Suatu hari dihari minggu tiba-tiba ponsel Zi berbunyi dan zi melihat ada no yang tidak di kenal, dan isinya “selamat anda berhasil mengikuti tes selanjutnya untuk magang ,dan harap konfirmasi ke guru yang jaga di bursa kerja sekolah” . Zi merasa bahagia karena ini adalah awal dari apa yang ia sudah impikan dan inginkan sebelumnya.

Zi mulai mengikuti tes dan tahap selanjutnya, dan dia berhasil menyelesaikannya. Dan sekarang dia dikarantinakan selama 3 bulan lebih, untuk berlatih bahasa, dan menghadapi kehidupan selama di jepang.

Sore itu tiba-tiba ada pesan masuk kedalam ponsel Zi.

“Ka kemana aja ko jarang kumpul sih,aku kangen?” dari ain

“Oh maaf Ain, kaka udah dapet kerja dari seminggu yang lalu dan sekarang kaka lagi di Jakarta”

“Oh pantes, yaaa jauh deh kita kak, padahal aku pengen cerita-cerita”

Tiga bulan kemudian Zi baru bisa bebas karena, kali itu dia akan buat paspor dan perlengkapan lainnya, dan tes kesehatan pun dilalui dengan hasil memuaskan.

Setelah itu Zi mulai pamitan kesemua teman-temannya terutama teman seorganisasinya, dan dia berpesan supaya ain jangan dulu dikasih tahu sampai Zi benar-benar sudah berada di jepang, tapi kali itu ada satu orang temen seorganisasi Zi yang sedikit teledor dan informasi itu sampai ke telinga Ain.

Malam itu ain mengajak Zi bertemu di sebuah tempat karnaval, sempat Zi menolak,tapi Zi tidak tega jadi ia mengiakan ajakan Ain. Zi terlebih dahulu datang. ketika 5 menit nunggu datanglah ain didepan Zi. Zi pun langsung berdiri, dan ain tiba tiba nangis dengan sendunya.

“Kenapa sih kak bohong sama Ain?”

“Kenapa kaka gak bilang sama ain kalo kaka besok akan pergi ke jepang?”

Ain pun marah semarah marahnya dengan bercucuran air mata dipipinya.  Ketika ain sedang mengungkapkan kemarahannya yang bertubi-tubi itu sambil nangis, tiba-tiba tangan zi merangkul dan memeluk tubuh ain dengan erat, suasana hening seketika dan ain pun perlahan tenang dan tangisannya pun terhenti.

Setelah satu menit zi melepaskan pelukannya. Meski keadaan tempat itu sedikit rame,tapi menurut mereka berdua seperti hening. Zi pun membersihkan air mata Ain yang sedikit masih tertinggal di pipi ain.

“Kaka sayang Ain”


“Aku juga kak, aku sayang sama kaka”

Ketika berhadapanZzi tiba tiba perlahan mulai mendekatkan wajah nya menuju wajah Ain, Ain pun sedikit gugup dan ketika wajah Zi sudah sangat dekat  dengan wajah ain, lalu Zi menggeserkan nya lagi ke arah telinga Ain dan membisikan sesuatu.

—“Tunggu kaka 3 tahun lagi, kaka akan melamarmu”—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: